My Wastewater Story: Tangki Septik Vermibiofilter

Cara Kerja Tangki Septik Vermibiofilter (sumber: dokumen pribadi Haryo)

Artikel pertama di My Wastewater Story (MWS) adalah mengenai tangki septik vermibiofilter yang dibuat oleh salah satu teman saya, Haryo Budi Guruminda[1].

Haryo, sapaan akrabnya, adalah seorang peneliti sanitasi dan aktivis lingkungan. Tangki septik vermibiofilter ini pernah menjadi juara terbaik 1 pilar 1 pada Lomba Inovasi Sanitasi Nasional Berbasis Masyarakat tahun 2014[2]. Di kediamannya, fasilitas pengolahan limbah cair A�ini sudah enam bulan dimanfaatkan untuk mengolah air limbah domestik.

Di tengah kesibukannya, Haryo bersedia menyempatkan waktu untuk sharing dengan saya mengenai salah satu hasil temuannya ini. Nah, ini dia hasil tanya jawab saya dengan beliau. A�Semoga dapat menginspirasi kita semua.

Apa sih maksudnya tangki septik vermibiofilter itu?

Tangki septik vermibiofilter yaitu tangki septik yang digabungkan dengan teknologi vermibiofilter. Vermibiofilter adalah kombinasi antara media filter dan cacing (bertindak sebagai pengurai). Cacing bertugas untuk mengkonsumsi padatan dari air limbah domestik.

Dari mana sumber air limbah yang masuk ke tangki septik vermibiofilter ini?

Air limbah yang dimaksud merupakan buangan yang berasal dari toilet. Air limbah dari toilet disalurkan menggunakan pipa ke dalam tangki pertama yang merupakan tempat pengumpulan dan pengenceran.

Bagaimana caranya air limbah di tangki pertama diencerkan?

Setelah mengalami kontak dengan air, lama-kelamaan tinja akan menjadi encer. Jadi pengencerannya secara otomatis.

Apakah lumpur yang mengendap di tangki pertama perlu dikuras?

Secara teoretis tidak perlu dikuras

 

Cara Kerja Tangki Septik Vermibiofilter (sumber: dokumen pribadi Haryo)

Bahan-bahan/material apa saja yang diperlukan untuk pembangunan tangki septik vermibiofilter ini?

Bahan yang diperlukan berupa bahan dasar konstruksi saja (semen, pasir, batu, besi) plus cacing tanah merah (Lumbrecus rubellus).

Berapa kisaran biaya yang diperlukan untuk pembangunan tangki ini?

Kalau membuat sendiri, kisaran biayanya adalah 900 ribu rupiah

Bagaimana monitoring proses yang dilakukan?

Dua minggu sekali dilakukan panen pupuk dan cacing. Interval dua minggu diambil dari waktu reproduksi cacing

Kemana efluen hasil pengolahan disalurkan? Apa ada monitoring karakteristik efluen?

Efluen hasil filtrasi disalurkan ke sungai, tapi dapat pula ke bidang resapan. Sementara itu, untuk membantu mengurangi kadar air dan nutrisi berlebih dibuat wetland yang juga berfungsi sebagai tempat pengambilan sisa metabolisme cacing (kascing) dan panen cacing tanah. Sampai saat ini monitoring karakteristik efluen belum dilakukan.

Untuk wetland, apakah ada rekomendasi penggunaan tanaman jenis tertentu?

Bambu air, melati air, atau papyrus agar air tidak terlalu banyak yang diinfiltrasi ke dalam tanah.

(1) Pembuatan lubang penampungan lumpur limbah, (2) Lubang yang sudah setengah jadi, (3) Lubang tempat pengambilan kascing, (4) Tangki septik yang sudah siap pakai (sumber: dokumen pribadi Haryo)

Semoga sukses untuk Haryo dengan hasil penelitian lainnya di masa yang akan datang!

Bagi rekan pembaca lain yang punya cerita yang ingin dibagikan seputar air limbah, silakan kontak saya melalui email muti@airlimbah.com



[1] Haryo Budi Guruminda, ST. Peneliti sanitasi, aktivis lingkungan. Kontak email: lalears(at)yahoo.com

[2] Haryo sebagai inventor, dibantu Ir. Nurhasanah Sutjahjo,MM (peneliti utama puslitbang permukiman) sebagai mentor.

2 Comments

  1. Apakah cacing yg dipakai adalah cacing yg umum kita temui di tanah?atau cacing khusus?
    Disitu dikatakan utk monitoring proses, setiap 2 minggu sekali dilakukan panen pupuk dan cacing..kl pupuk bisa dipakai utk memupuk tanaman, trs kalau cacing nya dipakai buat apa ya?
    terima kasih

    • Halo Febri,

      Cacing yang dipakai oleh narasumber adalah cacing tanah Lumbrecus rubellus (cacing tanah merah). Setahu saya, cacing tanah jenis ini banyak dibudidaya untuk pakan ternak serta keunggulannya dari cacing tanah biasa adalah dapat tetap hidup walaupun dipindah-pindah dari satu media ke media lainnya. Cacing yang sudah dipanen tentunya dapat dimanfaatkan untuk mencegah penyumbatan media pasir (dapat dilihat pada gambar cara kerja tangki septik vermibiofilter di atas).
      Oh ya, Febri, narasumber menyediakan alamat email untuk dihubungi. Jadi, kalau jawaban di atas kurang memuaskan atau ingin tahu lebih jauh dapat mengirimkan pertanyaan via email ke narasumber artikel ini (Haryo).

      Salam,
      Muti

Comments are closed.