Instalasi MBR Terbesar Di Dunia

Tabel berikut ini merupakan daftar instalasi MBR (membrane bioreactor) terbesar di dunia. Negara yang memiliki instalasi MBR terbesar yang paling banyak adalah Cina kemudian diikuti oleh Amerika Serikat. Hingga data ini diakses, Indonesia belum masuk dalam daftar. Tabel saya ambil dari situs www.thembrsite.com
Semoga bermanfaat!

Instalasi Lokasi Penyedia
Teknologi
Tanggal Mulai
Beroperasi (Rencana)
Debit Puncak
Harian (MLD)
Debit Rata-rata
Harian (MLD)
Henriksdal,
Sweden
Dekat
Stockholm, Swedia
GEWPT 2016-2019 864 536
Seine
Aval
Acheres,
Perancis
GEWPT 2016 357 224
Canton
WWTP
Ohio,
USA
Ovivo
USA/Kubota
2015-2017 333 159
Euclid,
OH, USA
Ohio,
USA
GEWPT 2018 250 83
Shunyi Beijing,
China
GEWPT 2016 234 180
Macau Macau
Special Administrative Region, China
GEWPT 2017 210 210
Wuhan
Sanjintang WWTP
Hubei
Province, China
OW 2015 200
Jilin
WWTP (Phase 1, upgrade)
Jilin
Province, China
OW 2015 200
Brussels
Sud
Brussels,
Belgium
GEWPT 2017 190 86
Macau China GEWPT 2014 189 137
Riverside California,
USA
GEWPT 2014 186 124
Brightwater Washington,
USA
GEWPT 2011 175 122
Visalia California,
USA
GEWPT 2014 171 85
Qinghe
WRP (Phase 2)
Beijing,
China
OW 2011 150
Kunming
10th WWTP
Yunnan
Province, China
OW 2013 150
Nanjing
East WWTP (Phase 3)
Jiangsu
Province, China
OW 2014 150
Yantai
TaoziWan WWTP
Shandong
Province, China
OW 2014 150
Jilin
WWPT (Phase 2)
Jilin
Province, China
OW 2014 150
Qinghe China OW/MRC 2011 150 150
Changsha
2nd WWTP
Hunan
Province, China
OW 2014 140
North
Las Vegas
Nevada,
USA
GEWPT 2011 136 97
Ballenger
McKinney ENR WWTP
Maryland,
USA
GEWPT 2013 135 58
Assago Milan,
Italia
GEWPT 2016 125 55
Daxing
Huangcun WRP
Beijing,
China
OW 2012 120
Jinyang
WWTP (Phase 1)
Shanxi
Province, China
OW 2015 120
Cox
Creek WRF
Maryland,
USA
GEWPT 2015 116 58
Yellow River Georgia,
USA
GEWPT 2011 114 71
Shiyan
Shendinghe
China OW/MRC 2009 110 110
Aquaviva Cannes,
Perancis
GEWPT 2013 108 60
Urumqi
Ganquanpu WRP
Xinjiang
Uygur Autonomous Region, China
OW 2014 105
Busan City Korea GEWPT 2012 102 102
Wenyuhe
River Water Treatment (Phase 2)
Beijing,
China
OW-MRC 2010 100
Kunming
9th WWTP
Yunnan
Province, China
OW 2013 100
Hebei
Zhengdi WWTP
Hubei
Province, China
OW 2014 100
ZhuHai
Qianshan WWTP
Guangdong
Province, China
OW 2016 100
Guangzhou China Memstar 2010 100
Wenyuhe Beijing,
China
OW/Asahi
Kasei
2007 100 100

* GEWPT: GE Water and Process Technologies
* OW: (Beijing) Origin Water
* MRC: Mitsubishi Rayon Corporation

Sumber: http://www.thembrsite.com/about-mbrs/largest-mbr-plants/ (diakses 14 Juli 2015)

Wastewater Facts

Let’s talk numbers!
Berikut ini adalah fakta-fakta seputar air limbah di seluruh dunia yang tersaji dalam angka. Mudah-mudahan bermanfaat.

• Biaya energi listrik di dalam IPAL mencapai hingga 30% dari total keseluruhan biaya operasional IPAL, dan mencapai hingga 40% di India dan Bangladesh[1].
• Kebutuhan energi di dunia untuk pengolahan air limbah diperkirakan akan mengalami peningkatan hingga sebesar 44% dalam kurun waktu tahun 2006-2030[2].
• Diperkirakan lebih dari 80% air bekas pakai di seluruh dunia tidak dikumpulkan maupun diolah. Di negara-negara berkembang, angka ini mencapai hingga 90% yang kemudian disalurkan langsung ke sungai, danau, dan perairan pantai[3].
• Volume rata-rata air limbah di Cina sebanding dengan debit tahunan Sungai Kuning[4].
• Setiap tahunnya di seluruh dunia terdapat hingga 120 000 kasus kematian akibat kolera, salah satu penyakit akibat tak adanya pengolahan air limbah[2].
• Rata-rata sebesar 150 hingga 250 juta meter kubik air limbah domestik tak terolah di daerah perkotaan dibuang ke badan air atau memasuki lapisan tanah bagian bawah[2].
• Menurut Water Resources Research Center, University of Arizona, sekitar 60-65% dari air yang disalurkan ke saluran pembuangan domestik memiliki potensi untuk digunakan kembali[5].
• Setiap harinya, sekitar 200 000 penduduk di kota Akra, Ghana, mengkonsumsi fast food yang menggunakan daun selada yang ditanam pada lahan yang irigasinya menggunakan air yang sangat terpolusi[6].
• Sebesar 10% dari total lahan pertanian teririgasi di dunia menggunakan air limbah (baik diencerkan maupun pekat) untuk keperluan irigasinya[6].

Sumber:
[1] http://www.unwater.org/statistics/statistics-detail/en/c/211826/
[2] http://www.unesco.org/new/fileadmin/MULTIMEDIA/HQ/SC/pdf/WWAP_WWDR4%20Facts%20and%20Figures.pdf
[3] http://www.unwater.org/statistics/statistics-detail/en/c/211828/
[4] http://chinawaterrisk.org/resources/analysis-reviews/8-facts-on-china-wastewater/
[5] http://www.seametrics.com/blog/water-recycling-facts/
[6] http://www.iwmi.cgiar.org/issues/wastewater/facts-and-issues/

Baku Mutu Air Limbah

Saat ini di Indonesia berlaku peraturan baru yang mengatur baku mutu air limbah, yaitu PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH. Dengan peraturan yang baru ini, maka dua puluh peraturan sebelumnya tidak berlaku lagi. Peraturan yang digantikan oleh PerMenLH no. 5 tahun 2014 ini yaitu:
1. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 1995 Tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Industri;
2. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 52 Tahun 1995 Tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Hotel;
3. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 58 Tahun 1995 Tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit;
4. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 09 Tahun 2007 Tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Industri Rayon;
5. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 122 Tahun 2004 Tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Industri Pupuk;
6. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 02 Tahun 2006 Tentang Baku Mutu Air Limbah Rumah Potong Hewan;
7. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2007 Tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pengolahan
Buah-buahan dan/atau Sayuran;
8. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Nomor 06 Tahun 2007 Tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Industri Pengolahan Perikanan;
9. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 08 Tahun 2007 Tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Industri Petrokimia Hulu;
10. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 10 Tahun 2007 Tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Industri Purified Terephthalic Acid Dan Poly Ethylene Terephthalate;
11. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 12 Tahun 2008 Tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan PengolahanRumput Laut;
12. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2008 Tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Industri Keramik;
13. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Baku Mutu Air Limbah Olahan Kelapa;
14. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Baku Mutu Air Limbah Olahan Daging;
15. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 15 Tahun 2008 Tentang Baku Mutu Air Limbah Industri Olahan Kedelai;
16. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 9 Tahun 2009 Tentang Baku Mutu Air Limbah Industri Jamu;
17. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2009 Tentang Baku Mutu Air Limbah Industri Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Peternakan Sapi dan Babi;
18. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 04 Tahun 2010 Tentang Baku Mutu Air Limbah Industri Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Industri Minyak Goreng;
19. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2010 Tentang Baku Mutu Air Limbah Industri Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Industri Gula; dan
20. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 06 Tahun 2010 Tentang Baku Mutu Air Limbah Industri Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Industri Rokok dan/atau Cerutu;

Sumber file: blh.kaltimprov.go.id (diakses 20 April 2015)

Baku Mutu Air Limbah bagi Kegiatan Industri Jawa Timur

Baku mutu limbah cair berdasarkan PerGub Jatim No. 72/ tahun 2013 ini mengatur industri-industri yang dikelompokkan ke dalam lima kategori utama yaitu industri kimia organik dan turunannya, industri kimia anorganik dan turunannya, kegiatan usaha lain, kawasan industri, dan kegiatan industri lain.

A. Industri Kimia Organik dan Turunannya
1. Industri pulp dan kertas
2. Industri kertas
3. Industri ethanol
4. Industri MSG dan lysine
5. Industri penyamakan kulit
6. Industri gula
7. Industri sorbitol
8. Industri karet
9. Industri tekstil
10. Industri Urea, Pupuk Nitrogen, Pupuk ZA dan Ammoniak
11. Industri Pupuk Phosphat, Pupuk Majemuk, NPK dan Asam Phosphat
12. Industri Cat dan Tinta
13. Industri Pestisida
14. Industri Kayu Lapis
15. Industri Asam Citrat
16. Industri Minyak Kelapa Sawit
17. Industri Minyak Nabati, Sabun/Detergent
18. Industri Oleokimia Dasar
19. Industri Pengalengan/Pengolahan Ikan
20. Industri Tepung Ikan
21. Industri Cold Storage
22. Industri pengolahan rumput laut
23. Industri Ber-alkohol
24. Industri Susu dan Es Krim
25. Industri Minuman
26. Industri Biskuit dan Roti (Bakery)
27. Industri Pengupasan Biji Kopi / Coklat
28. Industri Kembang Gula
29. Industri Saos
30. Industri Bumbu (Seasoning)
31. Industri Pengolahan Kedelai
32. Industri Mie dan Kerupuk
33. Industri Pengolahan Daging
34. Industri Pengolahan Daging Bekicot
35. Industri Pengolahan Buah-Buahan dan/atau Sayuran
36. Industri Tapioka
37. Industri Tepung Beras dan Terigu
38. Industri Farmasi.
39. Industri Rokok dan Cerutu
40. Industri Karton Box
41. Industri Penyulingan Pelumas Bekas
42. Industri Vinyl Chloride Monomer dan Polyvinyl Chloride
43. Kegiatan Eksplorasi dan Produksi Migas di Lepas Pantai (off-shore)
44. Kegiatan Eksplorasi dan Produksi Migas dan Fasilitas Darat (On-Shore) Lama
45. Kegiatan Eksplorasi dan Produksi Migas dan Fasilitas Darat (On-Shore) Baru
46. Eksplorasi dan Produksi Panas Bumi
47. Industri Pengolahan Minyak Bumi
48. Kegiatan Pengolahan Minyak Bumi
49. Kegiatan Pengilangan LNG dan LPG Terpadu
50. Proses pengilangan LNG dan LPG terpadu
51. Industri Petrokimia Hulu
52. Industri Rayon
53. Industri Lem
54. Industri Poly Ethylene Terephthalate (PET)
55. Industri Purified Terephthalic Acid (PTA)

B. Industri Kimia Anorganik dan Turunannya
1. Industri Inosine Mono Phospat (IMP)
2. Industri Water Glass (Sodium Silikat)
3. Industri Korek Api
4. Industri Tepung Silica
5. Industri Bleaching Earth (Tanah Pemucat)
6. Industri Soda Kostik/ Gas Khlor
7. Industri Pelapisan Logam (Electro Plating)
8. Industri Galvanis, Perabot Enamel dan Logam dengan Pembersihan Karat (Pickling)
9. Penambangan dan Pengolahan Bijih Besi Serta Kegiatan Pendukungnya.
10. Industri Keramik
11. Penambangan dan/atau Pengolahan Bijih Emas dan Tembaga.
12. Peleburan dan Pengolahan Emas dan Tembaga.
13. Industri Baterai Kering
14. Industri Baterai Basah
15. Pertambangan dan Pengolahan Bijih Nikel
16. Industri Pengolahan Pasir Besi

C. Kegiatan Usaha Lainnya
1. Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Peternakan Sapi, Babi dan Unggas
2. Baku Mutu Air Limbah bagi Kegiatan Rumah Potong Hewan
3. Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Cuci Kendaraan Bermotor
4. Baku Mutu Air Limbah Domestik [Permukiman (Real Estate), Rumah Makan (Restoran), Perkantoran, Perniagaan, Apartemen, Perhotelan dan Asrama]
5. Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pengolahan Obat Tradisional/Jamu
6. Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Rumah Sakit
7. Kegiatan Pembangkit Listrik Tenaga Uap
8. Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Laundry
9. Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pengolahan Kelapa
10. Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pengolahan Jamur
11. Baku Mutu Air Limbah Bagi Kegiatan Laboratorium Klinik

D. Kawasan Industri
E. Kegiatan Industri Lain

Sumber: blh.jatimprov.go.id