Tumpukan lumpur di dasar kolam merupakan salah satu persoalan bagi instalasi yang memanfaatkan lagoon (kolam) dalam pengolahan air limbah mereka. Endapan pada dasar kolam dapat menimbulkan pendangkalan sehingga volume efektif kolam menjadi berkurang. Pengerukan (dredging) secara mekanik menggunakan mesin alternatif yang dapat dilakukan untuk mengurangi lumpur pada dasar kolam. Langkah tersebut memang dapatA� mengatasi masalah pendangkalan secara cepat namun dari segi biaya tidak sedikit yang harus dikeluarkan. Biaya yang dimaksud antara lain biaya sewa atau perawatan alat keruk, bahan bakar, dan tenaga kerja. Selain pengoperasian alat yang harus dilakukan oleh operator yang terlatih, timbul pula resiko alat pengeruk merusak perpipaan maupun lining di bagian dasar kolam.
Opsi yang lebih ramah biaya dan lingkungan dikenal dengan biodredging. Istilah biodredging merupakan terminologi populer di industri untuk menyatakan proses reduksi lumpur di dasar kolam menggunakan bantuan mikroorganisme. Karena yang bekerja untuk mengurangi lumpur adalah mikroorganisme, maka perlu diingat bahwa lumpur yang dimaksud adalah yang sifatnya organik. Jadi jika endapan yang terbentuk adalah endapan anorganik (misalnya material yang terbawa oleh air hujan), jangan berharap metode biodredging dapat menyelesaikan masalah lagoon Anda. Dengan biodredging maka lumpur di-digest secara in-situ (di lokasi yang sama) sehingga pada akhirnya dapat mengurangi volume lumpur di bagian dasar lagoon.
Pada prinsipnya, biodredging adalah menambahkan sejumlah mikroorganisme dari jenis yang diinginkan ke dalam lagoon untuk membantu mengurai material organik yang terdapat di dalam lumpur. Jenis bakteri yang digunakan dapat bermacam-macam tergantung dari kondisi lagoon. Dikutip dari blog Solitude Lake Management, dalam proses biodredging terdapat dua macam dosis bakteri yang diaplikasikan. Pada permulaan proses biodredging, ke dalam lagoon ditambahkan bakteri yang diinginkan dalam konsentrasi tinggi. Selanjutnya, untuk memastikan bahwa tersedia bakteri dalam jumlah yang memadai dilakukan penambahan dengan dosis pemeliharaan.
Berikut ini adalah keunggulan biodredging yang dikutip dari situs milik DSC Aquatic Solutions:
- Aman bagi lingkungan
- Biaya lebih rendah , sekitar sepertiga dari pengerukan secara mekanik (mechanical dredging)
- Tidak mengganggu ekologi lagoon maupun menyebabkan kekeruhan pada lagoon
- Tidak perlu melakukan pemindahan lumpur ke lokasi lain karena proses digestion dilakukan di tempat
- Tidak ada kebisingan dari alat berat
- Tidak merusak lining di bagian dasar lagoon
- Dapat mengurai senyawa hidrokarbon minyak bumi serta FOG (fat, oil, and grease)
- Tidak memerlukan kolam pengendapan maupun lahan pembuangan lumpur (dumping sites)
- Menurunkan BOD dan COD
- Meningkatkan konsentrasi oksigen terlarut
Sumber:
* www.waterworld.com, Lagoon Logic: Elimination of Biosolids Build Up Through Biodredging (diakses 10 Maret 2014)
* www.dscaquaticsolutions.com/biodredge.html (diakses 11 Maret 2014)
* Solitude Lake Management (diakses 10 Maret 2014)
hebat pak.. terulah memberi informasi.. TKS