Tag Archives: IPAL Terpadu

IPAL Terpadu di Kawasan Industri

IPAL (instalasi pengolahan air limbah) terpadu merupakan suatu instalasi pengolahan limbah yang menampung dan mengolah air limbah dari beberapa industri yang berada di daerah layanannya. Konsep IPAL terpadu ini telah banyak dipakai di kawasan-kawasan industri karena memang memberi manfaat yang cukup tinggi dalam penerapannya. Keuntungan dari IPAL terpadu antara lain:

1. Menghemat biaya dan lahan
Hal ini terutama bagi industri skala kecil dan menengah. Dengan IPAL terpadu, industri berskala kecil tidak perlu mengeluarkan dana investasi, operasional (terutama biaya energi), dan perawatan untuk instalasi pengolahan limbah di lokasi mereka. Yang perlu disediakan biasanya sebuah laboratorium mini yang berfungsi untuk menganalisis karakteristik limbahnya. Untuk industri yang lebih besar atau yang limbahnya tergolong “sulit” biasanya terdapat unit-unit pengolahan pendahuluan (pre treatment units) agar air limbahnya memenuhi baku mutu limbah kawasan.

2. Adanya “sumbangan” nutrien dan zat organik
Industri yang air limbahnya kekurangan nutrien atau zat organik akan memperoleh “sumbangan” dari industri-industri yang limbahnya kaya akan zat organik maupun nutrien. Kondisi seperti ini terjadi karena di dalam IPAL terpadu terjadi pencampuran air limbah dari bermacam industri dengan karakteristik air limbah yang beragam. Seperti kita ketahui, zat organik dan nutrien diperlukan oleh mikroorganisme untuk pertumbuhan. Karena umumnya pengolahan di IPAL terpadu menggunakan sistem pengolahan biologi maka kecukupan nutrien dan zat organik menjadi salah satu faktor penting di dalam proses.

3. Bermanfaat untuk menjadi tempat pengolahan limbah domestik
Kegiatan industri tentunya tidak terlepas dari aktivitas domestik seperti perkantoran. Bahkan, di beberapa kawasan juga dibangun pemukiman. Limbah dari kegiatan domestik seperti itu biasanya ikut diolah dalam IPAL terpadu dan menjadi salah satu penyumbang nutrien.

IPAL Terpadu Meringankan Pelaku Industri

(sumber: Pikiran Rakyat, 18 November 2009, http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=110893)

NGAMPRAH, (PRLM).- Pemerintah Kab. Bandung Barat mendorong  pendirian instalasi pengolahan air limbah (IPAL) terpadu untuk mengelola  limbah dari sekitar lima puluh industri di Kab. Bandung Barat. Dengan adanya IPAL terpadu, pelaku industri setidaknya mendapatkan keringanan  dibandingkan dengan harus membangun IPAL sendiri yang akan menghabiskan biaya lebih besar.

Saat ini, kajian studi kelayakan mengenai pendirian IPAL terpadu masih  dalam proses pembahasan. Hal itu terkait dengan lokasi dan topografi yang  cocok sesuai dengan sistem IPAL terpadu yang mengikuti arah gravitasi.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kab. Bandung Barat, Anugrah terkait dengan keluhan pencemaran limbah pabrik yang dialami warga Desa Cangkorah, Kec. Batujajar. Menurut dia, pendirian IPAL tersebut diupayakan mencakup kedua wilayah Kec. Batujajar dan  Padalarang. Di dua lokasi tersebut setidaknya terkumpul lima puluh industri besar yang berpotensi menghasilkan limbah.

“Saat ini sudah ada investor yang mulai melirik pembangunan IPAL terpadu di Kab. Bandung Barat. Kalau sudah dianggap layak, bisa saja untuk tahun 2010 diajukan dalam rencana anggaran biaya (RAB),” ungkap Anugrah.

Menurut dia, untuk pendirian IPAL terpadu nantinya, ada jaringan sistem pipa sebelum masuk Waduk Saguling. Oleh karena itu, untuk rencana pembanguan IPAL terpadu tersebut pihaknya harus menggandeng PT Indonesia Power sebagai pemilik lahan.

Sebelumnya, tuntutan pembangunan IPAL terpadu tersebut digagas oleh warga dari lima belas RW Desa Cangkorang, Kec. Batujajar, Kab. Bandung Barat. Selama ini, pabrik-pabrik yang didominasi oleh pabrik pencelupan tekstil tersebut membuang limbah industri ke saluran air yang dipergunakan untuk mengairi pertanian dan perikanan milik warga di Kp. Pasir Astana RT 1 RW 6, Desa Cangkorah. Saluran tersebut kerap disebut tong limbah yang bermuara di Waduk Saguling. (A-183/A-147)