Tag Archives: baku mutu

Baku Mutu Air Limbah

Saat ini di Indonesia berlaku peraturan baru yang mengatur baku mutu air limbah, yaitu PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH. Dengan peraturan yang baru ini, maka dua puluh peraturan sebelumnya tidak berlaku lagi. Peraturan yang digantikan oleh PerMenLH no. 5 tahun 2014 ini yaitu:
1. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 1995 Tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Industri;
2. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 52 Tahun 1995 Tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Hotel;
3. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 58 Tahun 1995 Tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit;
4. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 09 Tahun 2007 Tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Industri Rayon;
5. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 122 Tahun 2004 Tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Industri Pupuk;
6. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 02 Tahun 2006 Tentang Baku Mutu Air Limbah Rumah Potong Hewan;
7. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2007 Tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pengolahan
Buah-buahan dan/atau Sayuran;
8. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Nomor 06 Tahun 2007 Tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Industri Pengolahan Perikanan;
9. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 08 Tahun 2007 Tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Industri Petrokimia Hulu;
10. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 10 Tahun 2007 Tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Industri Purified Terephthalic Acid Dan Poly Ethylene Terephthalate;
11. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 12 Tahun 2008 Tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan PengolahanRumput Laut;
12. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2008 Tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Industri Keramik;
13. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Baku Mutu Air Limbah Olahan Kelapa;
14. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Baku Mutu Air Limbah Olahan Daging;
15. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 15 Tahun 2008 Tentang Baku Mutu Air Limbah Industri Olahan Kedelai;
16. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 9 Tahun 2009 Tentang Baku Mutu Air Limbah Industri Jamu;
17. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2009 Tentang Baku Mutu Air Limbah Industri Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Peternakan Sapi dan Babi;
18. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 04 Tahun 2010 Tentang Baku Mutu Air Limbah Industri Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Industri Minyak Goreng;
19. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2010 Tentang Baku Mutu Air Limbah Industri Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Industri Gula; dan
20. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 06 Tahun 2010 Tentang Baku Mutu Air Limbah Industri Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Industri Rokok dan/atau Cerutu;

Sumber file: blh.kaltimprov.go.id (diakses 20 April 2015)

Baku Mutu Air Limbah bagi Kegiatan Industri Jawa Timur

Baku mutu limbah cair berdasarkan PerGub Jatim No. 72/ tahun 2013 ini mengatur industri-industri yang dikelompokkan ke dalam lima kategori utama yaitu industri kimia organik dan turunannya, industri kimia anorganik dan turunannya, kegiatan usaha lain, kawasan industri, dan kegiatan industri lain.

A. Industri Kimia Organik dan Turunannya
1. Industri pulp dan kertas
2. Industri kertas
3. Industri ethanol
4. Industri MSG dan lysine
5. Industri penyamakan kulit
6. Industri gula
7. Industri sorbitol
8. Industri karet
9. Industri tekstil
10. Industri Urea, Pupuk Nitrogen, Pupuk ZA dan Ammoniak
11. Industri Pupuk Phosphat, Pupuk Majemuk, NPK dan Asam Phosphat
12. Industri Cat dan Tinta
13. Industri Pestisida
14. Industri Kayu Lapis
15. Industri Asam Citrat
16. Industri Minyak Kelapa Sawit
17. Industri Minyak Nabati, Sabun/Detergent
18. Industri Oleokimia Dasar
19. Industri Pengalengan/Pengolahan Ikan
20. Industri Tepung Ikan
21. Industri Cold Storage
22. Industri pengolahan rumput laut
23. Industri Ber-alkohol
24. Industri Susu dan Es Krim
25. Industri Minuman
26. Industri Biskuit dan Roti (Bakery)
27. Industri Pengupasan Biji Kopi / Coklat
28. Industri Kembang Gula
29. Industri Saos
30. Industri Bumbu (Seasoning)
31. Industri Pengolahan Kedelai
32. Industri Mie dan Kerupuk
33. Industri Pengolahan Daging
34. Industri Pengolahan Daging Bekicot
35. Industri Pengolahan Buah-Buahan dan/atau Sayuran
36. Industri Tapioka
37. Industri Tepung Beras dan Terigu
38. Industri Farmasi.
39. Industri Rokok dan Cerutu
40. Industri Karton Box
41. Industri Penyulingan Pelumas Bekas
42. Industri Vinyl Chloride Monomer dan Polyvinyl Chloride
43. Kegiatan Eksplorasi dan Produksi Migas di Lepas Pantai (off-shore)
44. Kegiatan Eksplorasi dan Produksi Migas dan Fasilitas Darat (On-Shore) Lama
45. Kegiatan Eksplorasi dan Produksi Migas dan Fasilitas Darat (On-Shore) Baru
46. Eksplorasi dan Produksi Panas Bumi
47. Industri Pengolahan Minyak Bumi
48. Kegiatan Pengolahan Minyak Bumi
49. Kegiatan Pengilangan LNG dan LPG Terpadu
50. Proses pengilangan LNG dan LPG terpadu
51. Industri Petrokimia Hulu
52. Industri Rayon
53. Industri Lem
54. Industri Poly Ethylene Terephthalate (PET)
55. Industri Purified Terephthalic Acid (PTA)

B. Industri Kimia Anorganik dan Turunannya
1. Industri Inosine Mono Phospat (IMP)
2. Industri Water Glass (Sodium Silikat)
3. Industri Korek Api
4. Industri Tepung Silica
5. Industri Bleaching Earth (Tanah Pemucat)
6. Industri Soda Kostik/ Gas Khlor
7. Industri Pelapisan Logam (Electro Plating)
8. Industri Galvanis, Perabot Enamel dan Logam dengan Pembersihan Karat (Pickling)
9. Penambangan dan Pengolahan Bijih Besi Serta Kegiatan Pendukungnya.
10. Industri Keramik
11. Penambangan dan/atau Pengolahan Bijih Emas dan Tembaga.
12. Peleburan dan Pengolahan Emas dan Tembaga.
13. Industri Baterai Kering
14. Industri Baterai Basah
15. Pertambangan dan Pengolahan Bijih Nikel
16. Industri Pengolahan Pasir Besi

C. Kegiatan Usaha Lainnya
1. Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Peternakan Sapi, Babi dan Unggas
2. Baku Mutu Air Limbah bagi Kegiatan Rumah Potong Hewan
3. Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Cuci Kendaraan Bermotor
4. Baku Mutu Air Limbah Domestik [Permukiman (Real Estate), Rumah Makan (Restoran), Perkantoran, Perniagaan, Apartemen, Perhotelan dan Asrama]
5. Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pengolahan Obat Tradisional/Jamu
6. Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Rumah Sakit
7. Kegiatan Pembangkit Listrik Tenaga Uap
8. Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Laundry
9. Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pengolahan Kelapa
10. Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pengolahan Jamur
11. Baku Mutu Air Limbah Bagi Kegiatan Laboratorium Klinik

D. Kawasan Industri
E. Kegiatan Industri Lain

Sumber: blh.jatimprov.go.id

Baku Mutu Air Limbah Propinsi Jawa Tengah

Perda Jateng Nomor 10 Tahun 2004 ini mengatur tentang baku mutu air limbah untuk Propinsi Jawa Tengah. Kegiatan yang termasuk di dalam Perda ini antara lain:

  1. Industri bihun dan soun
  2. Industri bir dan minuman beralkohol
  3. Industri biskuit dan roti (bakery)
  4. Industri cat dan tinta
  5. Industri pembekuan hasil perikanan (cold storage)
  6. Industri etanol
  7. Industri farmasi
  8. Industri meubel (furniture)
  9. Industri lem
  10. Industri asam glutamat dan monosodium glutamat
  11. Industri gula
  12. Industri jamu
  13. Industri kacang garing
  14. Industri kayu lapis dan papan partikel (particle board)
  15. Industri kecap
  16. Industri keramik dan ubin
  17. Industri kertas
  18. Industri makanan spesifik (mie, kopi, permen, bumbu mie, dan makanan kecil)
  19. Industri minuman ringan
  20. Industri minyak goreng
  21. Industri pelapisan logam
  22. Industri pengalengan buah dan sayur
  23. Industri penyamakan kulit
  24. Industri pengalengan ikan dan kerang-kerangan
  25. Industri rumah pemotongan hewan
  26. Industri sabun dan deterjen
  27. Industri saos
  28. Industri sirup
  29. Industri sodium siklamat
  30. Industri susu dan produk dari susu
  31. Industri tahu dan tempe
  32. Industri tapioka
  33. Industri tekstil dan batik
  34. Hotel
  35. Rumah sakit

Peraturan ini juga menetapkan baku mutu air limbah untuk kegiatan industri maupun usaha lainnya yang belum ada baku mutunya. Nah, semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca yang sedang mencari baku mutu air limbah di Propinsi Jawa Tengah maupun mereka yang memerlukan referensi.

Sumber:

http://hukum.unsrat.ac.id (diakses tanggal 3 November 2012)

Aktivitas Pertambangan Mencemari Air Sungai Bengkulu

Berikut ini berita yang saya ambil dari situs republika.co.id terkait masalah pencemaran air Sungai Bengkulu oleh aktivitas pertambangan.
Sungai Bengkulu Tercemar Limbah Batu Bara, Menteri LH Turun Tangan
Selasa, 13 September 2011 10:00 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU– Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta dijadwalkan meninjau daerah aliran sungai Air Bengkulu yang tercemar limbah batu bara.

“Menteri Lingkungan Hidup akan meninjau langsung kondisi pencemaran Sungai Air Bengkulu sebelum melakukan pertemuan dengan pihak terkait dalam rangka penegakan hukum lingkungan,” kata Asisten II Sekretaris Provinsi Bengkulu Zainal Abidin di Bengkulu, Selasa.

Ia mengatakan, pencemaran Sungai Air Bengkulu akan menjadi salah satu perhatian utama dalam penegakan hukum lingkungan sesuai dengan Undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup.

Kepala BLH Provinsi Bengkulu Iskandar ZE mengatakan pencemaran Sungai Air Bengkulu sudah meresahkan masyarakat, apalagi air sungai tersebut masih digunakan sebagai air baku PDAM Kota Bengkulu. Hingga saat ini tercatat sebanyak 6.000 pelanggan masih mendapat pasokan air PDAM yang bersumber dari air sungai tersebut.

Menurutnya, terdapat sembilan perusahaan tambang batu bara dan perkebunan kepala sawit serta pabrik karet yang diduga kuat sebagai penyumbang limbah terbesar terhadap sungai tersebut.

Namun, dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) perusahaan tersebut diterbitkan oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan sebagian lainnya dari Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara.

Sebelumnya, Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu Surya Gani mengatakan pihaknya akan memeriksa empat perusahaan tambang batu bara yang diduga mencemari Sungai Bengkulu.

Empat perusahaan yang diperiksa aktivitasnya terkait dugaan pencemaran tersebut yakni PT Danau Mas Hitam, PT Inti Bara Perdana, PT Bukit Sunur, dan PT Kesuma Raya. Seluruh perizinan perusahaan tambang tersebut diterbitkan sebelum 1990.

Redaktur: Stevy Maradona
Sumber: Antara
Isu pencemaran oleh industri pertambangan bukan suatu hal yang baru di Indonesia. Penanganan air limbah dari aktivitas industri ini menjadi sangat penting mengingat banyaknya daerah di Indonesia yang menjadi area industri pertambangan dan berpotensi tinggi untuk menimbulkan pencemaran.
Berdasarkan KepMenLH No. 113 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha Dan Atau Kegiatan Pertambangan Batu Bara, terdapat empat parameter yang harus dipenuhi yaitu pH, besi, mangan, dan residu tersuspensi. Air limbah industri pertambangan dikenal dengan istilah acid mine drainage (AMD) alias air asam tambang. Ingin tahu soal AMD? Nantikan postingan berikutnya!

Baku Mutu Air Limbah Domestik

Air limbah domestik tidak hanya terbatas pada limbah yang berasal dari perumahan saja, akan tetapi termasuk juga dari rumah makan (restauran), perkantoran, perniagaan, apartemen dan asrama. Yang termasuk ke dalam golongan air limbah domestik antara lain adalah air buangan dari toilet, dapur, dan laundry. Kandungan zat-zat yang menjadi pencemar di dalam air limbah harus dibatasi jumlahnya agar tidak mencemari badan perairan. Untuk itu, pemerintah pusat telah menetapkan baku mutu untuk jenis air limbah domestik. Baku mutu air limbah domestik yang ditetapkan oleh menteri lingkungan hidup yaitu KepMenLH No.112/tahun 2003. Di dalam baku mutu ini terdapat parameter-parameter antara lain  TSS, BOD, minyak dan lemak, serta pH. Untuk informasi lebih lengkap mengenai baku mutu air limbah berdasarkan KepMenLH No.112/tahun 2003, Anda dapat melihatnya pada link berikut ini:

download file PDF KepMenLH No.112/tahun 2003