Tips Kalibrasi pH

pH merupakan parameter pengukuran mutlak di dalam pengolahan air limbah. Proses kalibrasi yang merupakan kegiatan rutin tidak kalah pentingnya untuk menjamin hasil pengukuran pH air limbah akurat. Berikut ini adalah tips yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan kalibrasi pH yang diambil dari situs www.ysi.com.

1. Perhatikan usia probe pH
Secara umum, usia probe pH adalah satu hingga 1.5 tahun sejak tanggal produksi. Pada prakteknya, usia pakai probe Anda dapat lebih lama atau lebih singkat tergantung pemakaian dan perawatan yang Anda lakukan. Tapi jangan kaget kalau dalam kurun 1.5 tahun performa probe Anda sudah menurun karena memang selama itulah biasanya daya tahan probe pH.

2. Lakukan perawatan rutin
Probe harus selalu bersih. Cara pembersihan probe pH sebenarnya cukup mudah untuk aplikasi pengukuran air limbah. Cukup menggunakan deionized water (air bebas mineral) untuk membilas probe setiap selesai mengukur sampel air limbah, lalu dikeringkan menggunakan tisu khusus (misalnya Kimwipes). Jangan menggunakan tisu biasa dan jangan menggosok probe untuk mengeringkan. Mengeringkan probe cukup dengan menepuk tisu khusus secara perlahan.

3. Pastikan tidak ada kerusakan fisik pada probe
Goresan bahkan setebal satu helai rambut pun menjadi tiket untuk mengganti probe pH Anda dengan yang baru.

4. Pastikan probe tidak pernah dalam keadaan kering
Penyimpanan probe pH secara umum adalah pada larutan KCl 3M (pastikan ketentuan penyimpanan sesuai petunjuk dari merek yang Anda pakai). Pastikan pula larutan pengisi di dalam probe tetap ada (tidak kering). Tergantung dengan jenis probe yang Anda gunakan, jika larutan pengisi kering (berkurang), mungkin Anda dapat mengisi ulang atau menandakan probe Anda perlu diganti.

5. Pastikan sensor temperatur bekerja pada rentang yang semestinya
Setiap sensor pH dirancang untuk bekerja pada rentang temperatur tertentu. Pastikan probe pH yang Anda gunakan sesuai dengan kisaran temperatur sampel Anda. Apabila sensor pH yang Anda miliki tidak dilengkapi dengan sensor temperatur (harus memakai sensor terpisah), pastikan sensor temperatur Anda bekerja dengan baik.

6. Pastikan buffer pH yang digunakan untuk kalibrasi selalu “fresh”
Jangan menggunakan buffer bekas untuk kalibrasi karena komposisinya akan berubah setelah Anda mencelupkan sensor pH ke dalam larutan buffer pH. Buffer pH yang bersifat basa (pH 9.25 atau 10) tidak boleh terpapar karbondioksida terlalu lama, sehingga botol penyimpanan hanya boleh dibuka sebentar lalu segera ditutup kembali. Untuk mudahnya, Anda dapat menggunakan buffer pH dalam kemasan sekali pakai (kantong kecil/sachet) atau menuang larutan buffer secukupnya ke wadah lain untuk proses kalibrasi.

7. Lakukan kalibrasi pH setidaknya pada dua titik dan pH 7 wajib termasuk di dalamnya
Kalibrasi dengan dua titik dimaksudkan agar Anda bisa memperoleh slope (kemiringan kurva) dari hasil bacaan kalibrasi. Hal ini penting untuk mengetahui apakah probe pH masih bekerja optimal atau tidak. Jika sampel Anda tidak bersifat basa, maka sebaiknya Anda tidak menggunakan buffer pH basa (9.25 atau 10) untuk kalibrasi karena pH larutan basa sangat mudah terpengaruh dengan keberadaan karbondioksida di udara.

8. Selalu memulai kalilbrasi dengan pH 7
Walaupun mungkin buku petunjuk manual probe Anda tidak mengharuskan hal ini, memulai kalibrasi dengan pH 7 sangat disarankan karena pH 7 secara teori merupakan titik di mana elektroda berada pada titik nol (0 mV). Saat membaca larutan kalibrasi pH 7, coba Anda ubah mode pembacaan pada meter ke millivolt dan lihat angkanya. Menurut situs all-about-pH.com, pembacaan millivolt < ±15 mV untuk pH 7 berarti probe Anda dalam kondisi baik, > ±15 mV berarti Anda perlu membersihkan probe terlebih dahulu sebelum melakukan kalibrasi, dan > ±35 mV berarti probe Anda perlu diganti.

9. Reset kalibrasi ke “factory setting” jika memungkinkan
Perhatikan petunjuk manual probe Anda untuk mengetahui apakah hal ini berlaku untuk instrumen Anda atau tidak.

10. Perhatikan waktu respon probe pH pada setiap buffer
Probe yang berada dalam kondisi baik harus memiliki waktu respon kurang dari satu menit untuk membaca buffer pH dan harus stabil dalam kurun waktu tersebut.

11. Periksa perbedaan millivolt antara tiap buffer
Perhatikan keterangan rentang millivolt yang tertera pada setiap buffer pH yang digunakan.

12. Hasil kalilbrasi tidak boleh “out of range”
Melakukan kalibrasi berarti “mengajarkan” probe untuk melakukan pembacaan pH dengan benar, sesuai dengan ketentuan rentang millivolt. Apabila hasil di luar rentang (out of range) Anda terima, maka data pengukuran pH Anda dijamin tidak akan akurat.

13. Periksa level elektrolit
Khusus untuk elektroda yang dapat diisi ulang, level elektrolit di dalamnya harus berada setidaknya 2 cm di atas larutan yang diukur.

14. Buka lubang pengisian elektrolit
Untuk elektroda yang dapat diisi ulang, biasanya dilengkapi dengan karet penutup lubang pengisian eletrolit. Saat melakukan kalibrasi dan pengukuran pH, lubang pengisian in harus dalam kondisi terbuka untuk menyeimbangkan tekanan udara di dalam dan luar elektroda agar proses perpindahan elektrolit dapat berlangsung dan nilainya terdeteksi secara akurat.

15. Sensor temperatur dan jembatan elektroda harus terendam di dalam sampel
Well, hal ini sepertinya cukup jelas 😀

16. Perhatikan keterangan yang tertera pada larutan buffer yang digunakan
Hal ini termasuk hubungan temperatur buffer dengan nilai pH yang akan diperoleh.

Phew, daftarnya cukup panjang…tapi dengan memperhatikan hal-hal tersebut Anda dapat memastikan proses kalibrasi elektroda pH Anda adalah benar dan tentunya hasil pengukuran pH Anda tidak akan meragukan. Semoga bermanfaat!

Sumber:
https://www.ysi.com/ysi-blog/water-blogged-blog/2013/04/ph-meter-calibration-problems-check-out-these-12-tips (diakses 4 Oktober 2017)
http://www.all-about-ph.com/ph-7.html (diakses 4 Oktober 2017)

About Muti 132 Articles
Has a background in Environmental Engineering, loves to write, and her interest in everything related to wastewater brought her to write in this blog

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*