Menghitung Dosis Klorin Pada Klorinasi

Secara umum, dosis klorin yang dibutuhkan dalam porses klorinasi adalah jumlah dari kebutuhan klorin dan sisa klorin yang diperlukan (atau sesuai dengan regulasi yang berlaku). Namun perlu juga diperhatikan bahwa pada saat proses kontak berlangsung akan ada klorin yang hilang dan faktor kehilangan klorin ini perlu diperhitungkan agar dosis klorin yang diberikan tidak kurang.

1. Kebutuhan klorin

Kebutuhan klorin atau chlorine demand dapat diketahui dengan analisis di laboratorium. Saat ini telah banyak instrumen laboratorium bahkan portable yang memiliki fungsi pembacaan kebutuhan klorin. Kita tinggal menambahkan reagen yang biasanya sudah disediakan oleh pembuat instrumen kemudian melakukan pembacaan pada alat yang sesuai.

2. Sisa klorin yang dibutuhkan

Konsentrasi sisa klorin perlu diketahui karena apabila kurang maka proses klorinasi tidak akan efektif. Sebaliknya, apabila berlebih maka akan membahayakan organisme perairan. Seperti halnya pada penentuan kebutuhan klorin, konsentrasi sisa klorin juga dapat dianalisis menggunakan instrumen di laboratorium.

Cara lain untuk mengetahui kebutuhan sisa klorin adalah menggunakan parameter jumlah coliform sebelum dan sesudah proses klorinasi. Metode ini melibatkan analisis mikroorganisme yaitu perhitungan bakteri coliform. Selain itu, lamanya waktu kontak juga akan mempengaruhi konsentrasi klorin yang dibutuhkan. Rumus yang digunakan yaitu (Metcalf&Eddy, 2004):

N/No = [(Cr*t)/b]-n

Dimana

No dan N : konsentrasi bakteri sebelum dan setelah proses desinfeksi (koloni/100 mL)

Cr : konsentrasi sisa klorin (mg/L)

t : waktu kontak (menit)

n : kemiringan kurva inaktivasi

b : nilai dimana log N/No = 0 pada kurva inaktivasi

Nilai n dan b yang umum digunakan untuk bakteri coliform dan fecal coliform yang berasal dari efluen pengolahan sekunder adalah 2,8 dan 4 serta 2,8 dan 3 (Metcalf&Eddy, 2004).

Kurva Inaktivasi (Metcalf&Eddy, 2004)

3. Dosis tambahan untuk mengatasi klorin yang hilang selama proses kontak

Dosis tambahan yang digunakan untuk waktu kontak selama 1 jam biasanya antara 2 – 4 mg/L (Metcalf&Eddy, 2004).

Setelah ketiga komponen tersebut diketahui kita tinggal menjumlahkan ketiganya dan memperoleh dosis klorin yang diperlukan. Kalau diantara rekan-rekan ada yang punya metode lain untuk menentukan dosis klorin silakan sharing melalui comment box. Semoga informasinya bermanfaat!

Sumber: Metcalf and Eddy, 2004, Wastewater Engineering 4th edition, McGraw Hill International Editions, New York.

About Muti 132 Articles
Has a background in Environmental Engineering, loves to write, and her interest in everything related to wastewater brought her to write in this blog

22 Comments

  1. @Yosafat:
    – Pertama, kita tentukan dulu jumlah klorin yang perlu ditambahkan ke dalam 500 liter, yaitu 5 mg/L * 500 L = 2500 mg. Catatan: satuan ppm biasa juga dinyatakan dengan mg/L dan dalam analisis air nilainya sama.
    – Kedua, untuk menentukan jumlah kaporit bisa diketahui dari persentase klorin yang terdapat di dalam kaporit. Contohnya, jika kaporit mengandung klorin sebesar 70%, maka kaporit yang diperlukan akan menjadi 2500 mg/(70%)= 3571.4 mg

    Mohon dikoreksi dari pembaca yang lain jika ada yang kurang tepat. Jika ada rekan pembaca yang punya pengalaman mengenai ini, silakan sharing…

    • Punya referensi untuk cara menghitung kadar klorin gak?
      Kalau bisa versi bahasa inggris.
      Mohon bantuannya.

      Terima Kasih

  2. hello.

    saya mw tanya, bagaimana menghitung flow rate chlorin yang diperlukan ( m3/h) untuk penginjeksian bila sya menginginkan nilai residual chlorine pada outlet canal = 0.2 ppm ,sedang persen konsentrasi product chlorin untuk penginjeksian 1700 ppm, untuk volume air yang akan diinjeksi sebanyak 126.576 m3/h dan ppm klorin pada inlet canal kurang dari 3 ppm.

    Terimakasih banyak

  3. @ Hamid:
    Break point chlorination (BPC) itu pada dasarnya menunjukkan jumlah klorin yang dibutuhkan untuk desinfeksi. Lewat dari BPC maka yang tersedia adalah sisa klor.

    • Halo Mutia,

      Yang dimaksud total chlorine adalah klorin bebas ditambah dengan klorin terikat (yang berikatan dengan senyawa nitrogen organik atau amonia).
      Pada aplikasi pengolahan air limbah, yang digunakan adalah total klor karena adanya zat-zat organik dan amonia yang akan berikatan dengan klor.

    • @ Mbak Evi:
      Untuk menentukan dosis klorin ada beberapa hal yang perlu diketahui:
      1. Berapa konsentrasi sisa klor yang diinginkan (residual chlorine, mg/L)?
      2. Berapa temperatur dan pH air limbah? Hal ini akan menentukan nilai K yang besarnya dapat dilihat pada beberapa sumber/ literatur. Salah satunya di sini
      3. Dari data nomor (1) dan (2) dapat diketahui waktu kontak yang diperlukan (T, menit), yaitu nilai K dibagi dengan residual chlorine.
      4. Cari nilai CT yang bisa diperoleh dari literatur (Salah satunya pada buku Wastewater Engineering- Metcalf&Eddy edisi keempat). Nilai CT akan bergantung pada jenis desinfektan yang digunakan dan angka penyisihan (log removal) yang diinginkan.
      5. Setelah nilai CT diperoleh, kita dapat menentukan konsentrasi yang dibutuhkan, yaitu C = CT/T
      Semoga membantu!

      Salam,
      Muti

  4. mau tanya nih. gimana cara membuat klorin 30 ppm, sedangkan bahan klorin yang tersedia adalah 1 kg klorin padat. untuk bak berukuran 30 m3. berapa klorin yang dibutuhkan?

  5. mau nanya nih, saya menggunakan metode Iodometri untuk menguji Klorin. Dari literatur yg saya dapatkan, pada metode tsb, Klorin yg diuji yaitu sbg Cl2. Apakah dgn metode yang sama, bisa digunakan untuk pengujian ClO2? atau saya tetap melakukan pengujian sebagai Cl2 dulu baru kemudian dikonversi(jika ada) ke ClO2?? Mohon saran.. terima kasih

  6. Assalamu’alaikum…mba muti mau tanya dong…klo kolam dengan volume 2100m3..trus pengecekan awal 0.1ppm…brpa kg/h yg harus di inject utk mencapai 0.5ppm (sesuai standar depkes)..
    oia..chlorinnya dalam bentuk gas mba..
    terima kasih

    • halo Jandri,
      Untuk menghitung volume yang dibutuhkan agar mencapai konsentrasi tertentu diperlukan beberapa informasi antara lain konsentrasi stok (bahan kimia) klorin dan kemurniannya. Setelah itu volume yang dibutuhkan dapat dihitung dengan persamaan M1V1=M2V2, dimana M adalah konsentrasi molar (atau ppm) dan V menyatakan volume.
      Misal konsentrasi klorin yang tertera pada kemasan adalah A mg/L dengan kemurnian 70%. Berarti konsentrasi klorin sesungguhnya adalah 0.7A mg/L atau 0.7A ppm.
      Maka, untuk mengetahui volume klorin yang diperlukan untuk membuat larutan menjadi 150 ppm , V1= 150*100/0.7A

      Mudah-mudahan membantu!

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*