air limbah

membagi informasi tentang air limbah

Konduktivitas merupakan parameter yang populer dalam pengolahan air minum, terutama bagi instalasi yang memiliki sistem pengolahan high purity water. Nah, bagaimana dengan instalasi pengolahan air limbah? Apakah mengukur parameter yang satu ini juga penting?

 

Ternyata konduktivitas menjadi salah satu parameter yang cukup penting dalam pemantauan pengolahan limbah. Perubahan nilai konduktivitas air limbah disebabkan atara lain karena kandungan ion yang beragam. Ion-ion yang dapat menyebabkan konduktivitas di dalam air limbah antara lain ion hidrogen (H+), hidroksida (OH-), dan nutrien seperti fosfat dan nitrat. Hal ini terutama pada pengolahan limbah secara biologi yang melibatkan proses penyisihan nutrien (N dan P).

 

Dalam proses penyisihan P, lumpur aktif akan mengalami dua macam kondisi yaitu anaerobik dan aerobik yang terjadi secara bergiliran. Pada fase pertama, lumpur aktif (atau di sini kita sebut sebagai sludge) akan melepaskan fosfat. Kondisi ini akan meningkatkan konsentrasi fosforus terlarut sementara itu konsentrasi COD terlarut akan menurun. Sementara itu, di fase aerobik akan terjadi penggunaan fosfat oleh sludge yang menurunkan konsentrasi fosforus terlarut. Biasanya konsentrasi P-terlarut ini akan lebih rendah daripada konsentrasi di awal siklus. Bersamaan dengan pelepasan atau penggunaan fosfat oleh sludge, terjadi juga pelepasan (dan penggunaan) ion-ion lainnya seperti kalium (K) dan magnesium (Mg). Perubahan jumlah ion ini dapat diukur dengan konduktivitimeter. Peningkatan nilai konduktivitas menunjukkan pelepasan fosforus oleh sludge, begitu pula sebaliknya.

 

Pada penyisihan P secara biologi, akan terjadi penurunan nilai konduktivitas sebesar 344 to 278 μSm2/g P (Levlin). Sementara itu untuk proses penyisihan nutrien N, pada kondisi pengolahan dengan alkalinitas yang cukup tinggi (1 mol alkalinitas per mol ammonia), penyisihan nitrogen melalui proses nitrifikasi-denitrifikasi akan menurunkan nilai konduktivitas sebesar 842 μSm2/g N (Levlin).

 

Jadi, walaupun bukan merupakan parameter yang mutlak dalam analisis air limbah, ternyata pengukuran konduktivitas dapat mempermudah proses kontrol pengolahan air limbah.

 

Sumber: http://www2.lwr.kth.se/forskningsprojekt/Polishproject/rep15/ConductV15.pdf

Posted by Muti On November - 25 - 2011 Parameter Air Limbah

Leave a Reply


9 − = 3

VIDEO

TAG CLOUD

POPULAR