air limbah

membagi informasi tentang air limbah

Pengukuran debit merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam suatu sistem pengelolaan air limbah. Pada artikel yang lalu saya telah menulis postingan mengenai debit air limbah; pentingnya mengukur air limbah serta bermacam istilah debit yang sering digunakan dalam pengolahan air limbah. Di dalam pengolahan air limbah, debit diukur bahkan sebelum memasuki lokasi pengolahan. Saluran yang membawa air limbah dari sumber ke lokasi IPAL kerap merupakan saluran terbuka karena juga menjadi saluran yang membawa air limpasan hujan.

 

Pada prakteknya, terdapat beragam metode yang dapat digunakan untuk mengetahui debit air pada saluran terbuka. Menurut artikel yang saya baca dari flowresearch.com, metode-metode tersebut antara lain:

1. Dilution

Pada metode ini biasanya digunakan tracer berupa fluorescent dye (pewarna berpendar). Tracer ini diteteskan di hulu aliran, kemudian konsentrasinya diukur di hilir.

2. Timed gravimetric

Air dialirkan ke dalam suatu wadah penampung selama waktu tertentu kemudian beratnya ditimbang. Variasi lain dari metode ini adalah dengan menggunakan wadah (container) yang telah diketahui volumenya kemudian dilakukan pengukuran waktu yang diperlukan untuk mengisi penuh kontainer tersebut menggunakan stopwatch. Metode yang cukup sederhana, namun kurang sesuai untuk aliran kontinyu.

3. Weir dan flume

Pada metode ini digunakan struktur hidrolik berupa weir atau flume. Dua struktur hidrolik ini merupakan alat ukur primer, yaitu suatu ambang (penahan) yang memiliki hubungan spesifik antara kedalaman terhadap debit. Debit air yang mengalir dapat ditunjukkan dengan melihat kurva korelasi atau perhitungan matematis berdasarkan ketinggian air yang melewati weir atau flume.

4. Area velocity

Metode ini digunakan apabila penggunaan weir atau flume dirasa kurang praktis atau untuk pengukuran debit sewaktu-waktu. Dengan mengetahui kecepatan aliran rata-rata pada suatu penampang saluran, kemudian dikalikan dengan luas penampang aliran maka akan diperoleh debit air limbah. Hal ini sesuai dengan persamaan Q = A * v, dimana Q merupakan debit air limbah, A merupakan luas penampang aliran, dan v merupakan kecepatan aliran.

5. Persamaan Manning

Pengukuran debit menggunakan persamaan Manning melibatkan beberapa faktor, antara lain luas penampang aliran, kemiringan saluran, dan kekasaran saluran. Kekasaran saluran dinyatakan dengan suatu koefisien kekasaran, yaitu n (koefisien Manning), yang nilainya berbeda-beda untuk tiap saluran.

Posted by Muti On October - 17 - 2011 uncategorized

Leave a Reply


9 − = 6

VIDEO

TAG CLOUD

POPULAR