air limbah

membagi informasi tentang air limbah

Kali ini saya akan sharing sedikit tentang wastewater flow alias debit air limbah.

Sebenarnya, kenapa sih kita perlu sekali mengetahui debit air limbah?

Menentukan debit air limbah dalam perencanaan suatu sistem pengolahan air limbah sangatlah penting. Debit air limbah merupakan salah satu karakteristik penting dari air limbah yang menjadi penentu sistem yang akan dirancang.

Pertama, jelas bahwa debit air limbah akan menentukan ukuran unit-unit pengolahan yang akan dibangun karena debit merupakan volume per satuan waktu. Dengan mengetahui debit kita bisa memperkirakan volume pengolahan instalasi kita per hari-nya atau per-batch (kalau instalasi dijalankan dengan sistem batch).

Kedua, debit air limbah akan menentukan beban pengolahan. Beban pengolahan yang saya maksud di sini biasa dikenal dengan istilah mass loading rate, yaitu massa polutan per satuan waktu. Cara mengetahui beban pengolahan yaitu dengan mengalikan konsentrasi polutan dengan debit air limbah yang masuk. Nantinya kita akan memperoleh satuan massa per waktu.

Pemantauan debit dan beban dalam pengolahan air limbah sangat penting untuk memastikan sistem masih berjalan sesuai dengan kapasitas desain dan memenuhi tujuan pengolahan.

Bermacam istilah debit air limbah yang digunakan dalam instalasi pengolahan air limbah

Berikut ini adalah jenis-jenis debit air limbah yang biasa dipakai dalam instalasi pengolahan air limbah berikut tujuan pengukurannya. Istilah-istilah ini saya peroleh dari buku Wastewater Engineering 4th edition (Metcalf & Eddy, 2004).

1. Debit harian rata-rata (average daily flow), berguna untuk mengetahui rasio debit dan untuk memperkirakan pemompaan dan biaya pengolahan kimia.

2. Debit jam minimum (minimum hour), berguna untuk mengetahui batas minimum kerja pompa dan rentang terendah flowmeter.

3. Debit harian minimum (minimum day), berguna dalam penentuan ukuran saluran untuk menghindari terjadinya pengendapan solid.

4. Debit bulanan minimum (minimum month), berguna untuk menentukan jumlah minimum unit yang beroperasi saat terjadi aliran minimum serta untuk merencanakan jadwal maintenance instalasi (yang memerlukan shutdown).

5. Debit jam puncak (peak hour), berguna untuk menentukan ukuran fasilitas pemompaan dan saluran air limbah, menentukan ukuran unit-unit pengolahan fisik dan tangki kontak klorinasi, serta untuk perencanaan strategi dalam menghadapi debit yang tinggi.

6. Debit hari maksimum (maximum day), berguna untuk merencanakan ukuran tangki ekualisasi, sistem pemompaan lumpur, dan tangki kontak klorinasi.

7. Debit bulan maksimum (maximum month), berguna untuk pencatatan data dan pelaporan serta untuk menentukan ukuran fasilitas penyimpanan bahan-bahan kimia.

Posted by Muti On July - 31 - 2011 uncategorized

One Response to “Debit Air Limbah (Wastewater Flow)”

  1. apin says:

    thx gan buat sharenya ,,sangat bermanfaat ni buat mata kuliah PIPAL …

Leave a Reply


− 2 = 7

VIDEO

TAG CLOUD

POPULAR