air limbah

membagi informasi tentang air limbah

Sludge bulking adalah suatu kondisi dimana solid sukar untuk mengendap sehingga proses pemisahan solid dan liquid menjadi sangat sulit. Pada kondisi seperti ini maka solid dapat terbawa ke saluran efluen dan menyebabkan penurunan kualitas efluen. Sludge bulking merupakan salah satu masalah utama yang ditemukan pada sistem lumpur aktif.

Mengapa Sludge Bulking Menjadi Masalah?

Masalah utama dari sludge bulking yaitu penurunan kualitas efluen akibat tingginya konsentrasi solid di aliran efluen. Selain itu, akibat solid yang susah mengendap maka penetapan resirkulasi lumpur pada sistem (return activated sludge, RAS) juga akan menjadi sulit. Hal ini dapat mengganggu proses kontrol pada sistem lumpur aktif

Apa Yang Menyebabkan Terjadinya Sludge Bulking?

Penyebab utama sludge bulking adalah tumbuhnya koloni mikroorganisme  berfilamen (filamentous microorganisms). Mikroorganisme dari kelompok ini memiliki karakteristik dimana koloninya sulit untuk membentuk flok. Padahal, proses pembentukan flok-flok dari bakteri sangat penting dalam pengendapan solid.

Penyebab lain yaitu kurangnya nutrien (baik nitrogen maupun phosphorus) sehingga mikroorganisme menjadi stress dan memproduksi lipopolisakarida secara berlebih. Produksi lipopolisakarida pada dinding sel bakteri yang berlebihan dapat menyebabkan terbentuknya lapisan lender (slime) sehingga flok sulit untuk mengendap akibat densitasnya menjadi rendah. Sludge bulking akibat terbentuknya slime disebut juga dengan istilah slime bulking atau viscous bulking.

Ada juga bulking yang disebabkan oleh terbentuknya pin floc. Pin floc merupakan flok yang berukuran sangat kecil (diameter <50mm). Pin floc terbentuk antara lain akibat rasio F/M yang sangat rendah, umur lumpur yang terlalu lama, atau toksisitas berkepanjangan.

Bagaimana Cara Mengetahui Sludge Bulking?

Selain dengan pengamatan visual, fenomena sludge bulking juga dapat diketahui dengan mengukur sludge volume index (SVI). SVI merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui kemampuan pengendapan solid. Analisis SVI dilakukan dengan cara mengendapkan 1 liter air limbah yang berasal dari tangki aerasi selama 30 menit di dalam gelas ukur. Volume lumpur yang dapat mengendap kemudian diukur dan nilai SVI-nya dihitung menggunakan rumus:

Nilai SVI > 150 biasanya perlu perhatian khusus. Akan tetapi, karena karakteristik air limbah di tiap instalasi berbeda-beda maka nilai SVI pun dapat berbeda antara limbah yang satu dengan yang lainnya.

Sumber:

http://homepages.wmich.edu/~unwin/PAPR3531-2007/lectures/sludge-bulking.pdf

http://www.dec.ny.gov/docs/water_pdf/DrRichard.pdf

Related Post

Posted by Muti On June - 30 - 2011 Pengolahan Air Limbah Secondary Treatment

One Response to “Sludge Bulking”

  1. agus says:

    apa yang hrus saya lakukan untuk menghilangkan mikroorganisme berfiamen

Leave a Reply


8 − 1 =

VIDEO

TAG CLOUD

POPULAR