air limbah

membagi informasi tentang air limbah

 

 

Pengolahan primer atau primary treatment di dalam suatu instalasi pengolahan air limbah merupakan tahapan yang berfungsi untuk menyisihkan polutan yang berupa padatan (solids). Padatan yang dimaksud yaitu padatan yang dapat mengendap (settleable solids) maupun padatan yang dapat terapung (floatable solids). Mekanisme penyisihan padatan di dalam pengolahan primer dilakukan melalui proses fisika yang dapat berupa pengendapan (settling, sedimentation) atau pengapungan (flotation).

Tangki pengendapan didesain sedemikian rupa agar air limbah memiliki kecepatan aliran yang cukup rendah sehingga memungkinkan padatan untuk mengendap. Tangki pengendapan yang didesain dan dioperasikan secara efisien dapat menyisihkan 50 hingga 70 persen suspended solids dan 25 hingga 40 persen BOD (biochemical oxygen demand) dari dalam air limbah (Metcalf&Eddy, 2003). Untuk meningkatkan kemampuan pengendapan, ada kalanya dilakukan proses penambahan bahan kimia sebelum air limbah memasuki tangki pengendapan. Penambahan bahan kimia ini akan menghasilkan flok yang memiliki berat jenis lebih besar sehingga padatan lebih mudah diendapkan.

Pada proses flotasi, gelembung udara diinjeksikan ke dalam tangki untuk mengapungkan padatan sehingga mudah disisihkan. Dengan adanya gaya dorong dari gelembung tersebut, padatan yang berat jenisnya lebih tinggi dari air akan terdorong ke permukaan. Demikian pula halnya dengan padatan yang berat jenisnya lebih rendah daripada air. Hal ini merupakan keunggulan teknik flotasi dibanding pengendapan karena dengan flotasi partikel yang ringan dapat disisihkan dalam waktu yang bersamaan.

Posted by Muti On November - 17 - 2009 Pengolahan Air Limbah Primary Treatment

7 Responses to “Pengolahan Primer”

  1. mutia says:

    bagaimana menentukan teknik yg tepat untuk proses flotasi dan sedimentasi? apakah tergantung dari jenis limbahnya (organik/anorganik) atau dosis chemicalnya ya?
    dan bagaimana mengukur efektivitas proses pengendapan pada settling tank? trims ya

    • Muti says:

      Halo, Mutia…

      Sebenarnya saya agak bingung dengan pertanyaan yang pertama, tapi saya coba jawab dulu
      Untuk bisa menentukan teknik pengolahan, apakah dengan flotasi atau sedimentasi tentu dari settleability (kemudahan mengendap) dari suspended solids. Jangan lupa, tujuan pengolahan primer adalah penyisihan suspended solids sehingga yang perlu diketahui adalah karakteristik pengendapan SS-nya. Hal ini bisa diketahui dengan analisis pengendapan menggunakan settling column test.

      Nah, untuk menentukan efektivitas clarifier….tentu saja yang dapat dipantau adalah kandungan TSS-nya.

      Semoga pertanyaannya terjawab..

  2. aji.angkasa says:

    Mantabs…
    Sebuah website yang bermanfaat untuk berbagi ilmu..
    Oiya Jikalau boleh bertanya…
    Adakah yang tahu cara untuk memperkecil Nilai Blue Methyl Active Compund (Surfaktan Anionik) dalam air limbah??

  3. w3k4 says:

    bro, ada artikel tentang tricking filter g?
    thx infonya..

    • Muti says:

      halo, w3k4…
      thanks inputnya!
      Jangan lupa subscribe biar update terus dengan artikel2 terbaru dari airlimbah.com
      Siapa tahu ada artikel yang ditunggu-tunggu

      Salam,
      Muti

  4. muna says:

    saya pernah membaca pada IPAL, Back sand yang sudah ada agar diperkuat dengan jala untuk mencegah lumpur masuk ke settling pond selanjutnya. Apa yang dimaksud dengan back sand tersebut?

    • Muti says:

      Hai Muna,
      Kalau dari sumber yang saya baca di sini, yang dimaksud dengan backsand adalah pasir pendukung. Jadi mungkin sumber yang kamu baca merujuk pada material konstruksi tangki.
      Harap dikoreksi kalau salah. Semoga infonya membantu.

Leave a Reply


9 − = 1

VIDEO

TAG CLOUD

POPULAR